Gejala Awal Kanker Serviks Stadium 1,
2, dan 3 Kanker serviks atau leher rahim menjadi momok bagi kaum wanita. Di
Indonesia kanker serviks menempati urutan pertama penyebab kematian akibat
kanker pada wanita. Untuk itu kita perlu mengenali ciri-ciri, tanda, dan gejala
awal kanker serviks, karena semakin awal terdeteksi dan terapi maka angka
kesembuhannya akan lebih baik. Kanker serviks terjadi ketika sel-sel permukaan
yang melapisi leher rahim (disebut juga mulut rahim) mulai berubah dan tumbuh
abnormal. Seiring waktu, sel-sel abnormal dapat menjadi kanker atau dapat
kembali normal. Untungnya kebanyakan wanita yang memiliki sel-sel abnormal
tidak serte-merta berkembang menjadi kanker. Dalam perkembangannya sel-sel yang
telah berubah menjadi kanker akan berkembangbiak, tentu ada perlawanan dari
daya tahan tubuh kita. Namun jika sel-sel kanker yang menang, maka sel ganas
akan berlanjut mengembangkan dirinya. Awalnya terbatas pada daerah lapisan
permukaan serviks, lama kelamaan masuk ke lapisan yang lebih dalam, menyebar ke
rahim, menyebar ke kelenjar getah bening, menyebar ke aliran darah, hingga bisa
menyebar ke organ lainnya. Melihat dari sejauh mana kanker berkembang, maka
pada ilmuan memberikan derajat atau stadium kanker serviks, dimulai dari
stadium 0, 1, 2, 3, dan terakhir stadium 4 (lanjut). Ketika penanganan
dilakukan pada stadium awal maka angka kesembuhan akan lebih tinggi. Berikut
tingkat kelangsungan hidup 5 tahun untuk setiap stadium kanker: Stadium I –
Lebih dari 90% Stadium II – 60-80% Stadium III – Sekitar 50% Stadium IV –
Kurang dari 30% Kenali Tanda dan Gejala Kanker Serviks Stadium Awal Dalam
kebanyakan kasus, kanker serviks tidak menimbulkan gejala pada tahap awal
penyakit. Tidak adanya gejala awal kanker serviks ini membuat tes skrining
dengan Pap smear secara rutin sangat penting untuk dilakukan. Pemeriksaan rutin
ini dilakukan untuk melihat sel-sel abnormal pada leher rahim, sehingga dapat
dipantau dan diobati sedini mungkin sebelum berubah menjadi kanker. Kebanyakan
wanita disarankan untuk tes Pap smear dimulai pada usia 21 tahun. Ingat,
pemeriksaan ini sangat penting mengingat gejala awal kanker serviks tidak
selalu terlihat. Metode skrining lainnya yaitu Tes HPV untuk mendeteksi adanya
strain virus HPV dalam tubuh. Ini merupakan jenis virus yang dapat menyebabkan
kanker serviks. Pemeriksaan ini bisa dilakukan mulai usia 30 tahun. Meskipun
metode skrining tidak 100 persen akurat, namun tes ini seringkali merupakan
metode yang efektif untuk mendeteksi kanker serviks pada stadium awal ketika
masih sangat bisa diobati. Bicarakan dengan dokter tentang jenis skrining
kanker serviks yang tepat untuk Anda. Lebih lanjut dibahas di sini: 6 Cara Efektif
Mencegah Kanker Serviks (Leher Rahim) Sebagai gambaran umum mengenai ciri-ciri
dan gejala kanker serviks sudah kami rangkumkan dalam artikel yang berjudul: 18
Ciri-ciri dan Gejala Kanker Serviks (Leher Rahim) Namun untuk stadium awal
simak ulasan di bawah ini. # Tanda dan Gejala Umum Kanker Serviks Stadium Awal
Ketika gejalanya muncul, maka gejala awal kanker serviks yang dapat kita amati
meliputi: Pendarahan Abnormal. pendarahan yang terjadi di antara periode
menstruasi, setelah hubungan seksual atau perdarahan pasca-menopause. Keputihan
yang tidak biasa. Umumnya keluar cairan yang encer, berwarna merah muda atau
berbau busuk. Nyeri panggul. Nyeri selama hubungan seksual atau pada waktu lain
yang menunjukkan bahwa ada perubahan abnormal pada leher rahim, atau hal ini
juga bisa terjadi akibat kondisi yang kurang serius. Semua gejala awal kanker
serviks ini harus didiskusikan dengan dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan
lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya, Ketika sudah dipastikan bahwa penyebabnya
adalah kanker serviks, maka dokter akan menentukan di stadium manakah
perkembangan kanker tersebut. Hal ini penting dilakukan karena stadium kanker
akan menentukan terapi yang tepat. Karena setiap stadium memiliki kekhasan
terapi masing-masing. # Tanda dan Gejala Kanker Serviks Stadium 0, 1, 2, 3
Stadium kanker serviks diklasifikasi menggunakan sistem TNM: Tumor (T)
menggambarkan ukuran tumor atau kanker. Nodus Limfatikus (N) menunjukkan apakah
kanker menyebar dalam kelenjar getah bening. Metastasis (M) menggambarkan
apakah kanker telah menyebar ke bagian tubuh lainnya, seperti hati, tulang atau
otak. Setelah skor T, N dan M ditentukan, maka akan disimpulkan stadium kanker
serviks secara keseluruhan. Kanker Serviks Stadium 0 Pada stadium 0 berarti bahwa
sel-sel kanker terbatas pada permukaan serviks. Tahap ini juga disebut
karsinoma in situ (CIS) atau cervical intraepithelial neoplasia (CIN) grade III
(CIN III). Tidak ada gejala sama sekali pada stadium 0 ini. Kanker Serviks
Stadium 1 Pada kanker serviks stadium I, kanker telah tumbuh lebih dalam ke
leher rahim, namun belum menyebar ke luar. Lebih lanjut, dibagi menjadi dua
subkategori: Stadium IA: Ukuran kanker masih kecil kurang dari 5 mm (dalam) dan
lebar kurang dari 7 mm, hanya bisa dilihat di bawah mikroskop. Stadium IB:
Kanker dapat dilihat secara kasat mata dan ukuran 4 cm atau kurang; atau kanker
hanya dapat dilihat di bawah mikroskop dengan ukuran lebih dari 5 mm (dalam)
dan 7 mm (lebar). Gejala kanker serviks stadium 1 biasanya tidak nampak, kalaupun
ada hanya berupa keputihan berwarna pink (merah muda), dan sedikit berdarah
saat berhubungan seksual. Kanker Serviks Stadium 2 Pada kanker serviks II,
berarti kanker telah tumbuh melampaui leher rahim dan rahim, tetapi belum
mencapai dinding panggul atau bagian bawah vagina. Pada tahap ini, kanker belum
menyebar ke kelenjar getah bening atau tempat yang jauh. Tahap II memiliki dua
subkategori tambahan: Stadium IIA: Kanker belum menyebar ke jaringan yang
berada di samping leher rahim, parametria, tetapi mungkin telah tumbuh di
bagian atas vagina. Tahap IIB: Kanker telah menyebar ke jaringan yang berada di
samping leher rahim (parametria). Gejala kanker serviks stadium 2 sudah mulai
nampak, terutama pendarahan ketika berhubungan seksual serta keluar keputihan
yang tidak biasa. Kanker Serviks Stadium 3 Pada kanker serviks stadium III,
berarti kanker telah menyebar ke bagian bawah vagina atau dinding panggul,
tetapi tidak ke kelenjar getah bening terdekat atau bagian lain dari tubuh.
Tahap ini dibagi menjadi dua subkategori: Stadium IIIA: Kanker telah menyebar
ke sepertiga bagian bawah vagina, tetapi tidak ke dinding panggul. Stadium
IIIB: Kanker telah tumbuh ke dalam dinding panggul dan / atau telah memblokir
kedua ureter, namun belum menyebar ke kelenjar getah bening atau tempat yang
jauh. Atau kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening di panggul, tapi
tidak ke tempat yang jauh. Gejala kanker serviks stadium 3 sudah sangat jelas,
yaitu berupa pendarahan abnormal, keputihan yang tidak biasa, dan nyeri panggul
seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Kanker Serviks Stadium 4 (Bonus)
Mungkin Anda sudah penasaran seperti apa stadium 4, berikut informasinya: Pada
stadium lanjut ini, kanker telah menyebar ke organ terdekat atau bagian tubuh
lainnya. Satidum IV dibagi menjadi dua subkategori: Stadium IVA: kanker telah
menyebar ke kandung kemih atau rektum, tetapi tidak ke kelenjar getah bening
atau tempat yang jauh. Stadium IVB: kanker telah menyebar ke organ di luar
panggul, seperti paru-paru atau hati. Tanda-tanda kanker serviks stadium lanjut
sama dengan stadium 3 ditambah dengan gejala berikut: Penurunan berat badan.
Kelelahan. Sakit punggung. Nyeri kaki atau bengkak. Kebocoran urin atau feses
dari vagina. Mudah mengalami patah tulang.
Sumber: mediskus.com
