| ilustrasi |
Diseluruh penjuru dunia masalah utama
dari transplantasi organ adalah minimnya donor. Seorang pasien bisa saja
menunggu bertahun-tahun untuk operasi atau mungkin tak pernah mendapat
kesempatan sama sekali hingga akhir hayatnya.
Untuk mengatasi hal tersebut,
sekelompok peneliti dari eGenesis dilaporkan berhasil menciptakan babi yang
organnya bisa dipakai untuk transplantasi manusia. Babi telah dimodifikasi
secara genetik sehingga DNA-nya aman dari virus.
Dalam jurnal Science peneliti
menjelaskan telah 'mengedit' 25 virus yang bersembunyi dibalik kode genetik
babi. Tes menunjukkan bila tidak diedit ketika sel manusia bercampur dengan sel
babi virus-virus ini bisa menginfeksi jaringan manusia.
"Ini adalah babi-babi pertama
yang bebas dari Perv (porcine endogenous retroviruses -red)," kata salah
satu peneliti Dr Luhan Yang seperti dikutip dari BBC, Jumat (11/10/2017).
Mengapa peneliti menggunakan babi?
Alasannya karena secara ukuran organ babi mirip dengan organ manusia. Selain
itu babi juga dapat diternak dalam jumlah besar sehingga memiliki potensi
tinggi memenuhi permintaan pasar.
Dr Luhan mengatakan memang
penelitiannya masih tahap awal. Setelah memastikan DNA para babi aman untuk
transplantasi tantangan berikutnya adalah bagaimana supaya organ dapat diterima
dengan aman minim reaksi penolakan dari sistem imun.
"Kami tahu kami punya visi besar
sebuah dunia tanpa masalah kekurangan organ. Ini memang sangat menantang, tapi
itu juga yang menjadi motivasi bagi kami untuk 'memindahkan gunung',"
pungkas Dr Luhan.
Sumber: health.detik.com
